Jelang Akhir Tahun 2025, Hanya 7,67% Kantor Pajak Capai Target Setoran

Jelang Akhir Tahun 2025, Hanya 7,67% Kantor Pajak Capai Target Setoran

19 Desember 2025

Jakarta – Menjelang penghujung tahun anggaran 2025, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menghadapi tantangan signifikan

Jelang Akhir Tahun 2025, Hanya 7,67% Kantor Pajak Capai Target Setoran

Jakarta – Menjelang penghujung tahun anggaran 2025, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menghadapi tantangan signifikan dalam mencapai target penerimaan negara. Data terbaru menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di seluruh Indonesia yang berhasil memenuhi target setoran pajak 100%. Situasi ini menuntut upaya ekstra dari otoritas pajak di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak.

Menurut Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, per November 2025, baru 27 dari total 352 KPP yang berhasil mencapai target penerimaan pajak 100%. Angka ini merepresentasikan sekitar 7,67% dari keseluruhan KPP yang tersebar di Tanah Air, sebagaimana disampaikan oleh Bimo Wijayanto, dikutip dari CNBC Indonesia. Meskipun persentase ini masih tergolong rendah, Bimo menekankan adanya peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana hanya 2 KPP yang mampu mencapai target setoran 100%.

Secara agregat, realisasi penerimaan pajak neto hingga akhir November 2025 tercatat sebesar Rp 1.634,43 triliun. Angka ini baru mencapai 78,7% dari proyeksi penerimaan pajak dalam outlook APBN 2025 yang sebesar Rp 2.076,9 triliun. Jika dibandingkan dengan target yang lebih ambisius dalam Undang-Undang APBN 2025 sebesar Rp 2.189,3 triliun, capaian ini bahkan baru menyentuh 74,65%. Capaian ini juga menunjukkan kontraksi sebesar 3,21% hingga 3,31% dibandingkan realisasi penerimaan pajak pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1.688,64 triliun. Untuk mencapai target outlook, DJP masih harus mengumpulkan setidaknya Rp 442,5 triliun dalam satu bulan terakhir tahun ini.

Berbagai faktor disinyalir menjadi penyebab seretnya penerimaan pajak tahun ini. Salah satu tantangan utama adalah moderasi harga komoditas global yang berdampak pada penerimaan sektor terkait. Selain itu, peningkatan restitusi, khususnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), turut menekan penerimaan neto, bahkan menyebabkan kontraksi pada jenis pajak tersebut. Proyeksi ekonomi global yang masih relatif stagnan juga memberikan tekanan pada aktivitas ekonomi domestik.

Pergeseran pola ekonomi dari sektor manufaktur ke sektor jasa, serta transformasi dari aktivitas konvensional menjadi digital, juga menghadirkan kompleksitas baru dalam pemungutan pajak. Sektor informal yang tumbuh akibat pergeseran ini seringkali belum sepenuhnya tertangkap dalam sistem perpajakan. Tak ketinggalan, implementasi Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP) atau Coretax System, yang diluncurkan pada awal tahun 2025, juga menghadapi sejumlah masalah transisi yang berdampak pada kinerja penerimaan.

 

(drm/red)

Lanskap Ekonomi RI di Bawah Komando Prabowo: 18 Bulan Tanpa Perbaikan
Lanskap Ekonomi RI di Bawah Komando Prabowo: 18 Bulan Tanpa Perbaikan

Jakarta – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB

Baca Selengkapnya
PGN Pasok 7.500 MMBtu Gas Bumi ke Industri Kimia di Cilegon
PGN Pasok 7.500 MMBtu Gas Bumi ke Industri Kimia di Cilegon

Cilegon – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui Sales and Operation Region II

Baca Selengkapnya
Sinergi DPR RI, BP BUMN, dan Danantara Perkuat Masa Depan Industri Baja Nasional
Sinergi DPR RI, BP BUMN, dan Danantara Perkuat Masa Depan Industri Baja Nasional

Cilegon – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) menegaskan komitmennya dalam

Baca Selengkapnya
Inflasi Kota Serang 2025 Fluktuatif, Menguat di Akhir Tahun
Inflasi Kota Serang 2025 Fluktuatif, Menguat di Akhir Tahun

Kota Serang – Perkembangan inflasi di Kota Serang sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika yang cukup

Baca Selengkapnya
Plaza Banten dan Peran BUMD Agrobisnis dalam Ekosistem Digital UMKM
Plaza Banten dan Peran BUMD Agrobisnis dalam Ekosistem Digital UMKM

SERANG, Upaya mendorong keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Banten dalam ekosistem pengadaan barang

Baca Selengkapnya
Transaksi Plaza Banten 2025 Tembus Rp64 Miliar, Lampaui Target
Transaksi Plaza Banten 2025 Tembus Rp64 Miliar, Lampaui Target

Serang – Platform Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) Plaza Banten mencatat nilai transaksi atau Gross

Baca Selengkapnya
Rekor Baru! Harga Emas Internasional Melambung ke US$4.505, Antam Ikut Meroket
Rekor Baru! Harga Emas Internasional Melambung ke US$4.505, Antam Ikut Meroket

Serang – Harga emas dunia mencetak sejarah baru pada penghujung tahun 2025, melesat ke level

Baca Selengkapnya
PPMSE Plaza Banten Resmi Masuk Inaproc LKPP Versi 6, Tinggal 12 dari 42 PPMSE Nasional
PPMSE Plaza Banten Resmi Masuk Inaproc LKPP Versi 6, Tinggal 12 dari 42 PPMSE Nasional

SERANG — Plaza Banten, Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) milik Badan Usaha Milik Daerah

Baca Selengkapnya
Emas Antam Melonjak Tinggi di Akhir Pekan, Sentuh Level Baru Didorong Ketegangan Global dan Kebijakan Moneter
Emas Antam Melonjak Tinggi di Akhir Pekan, Sentuh Level Baru Didorong Ketegangan Global dan Kebijakan Moneter

Serang – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan performa impresif,

Baca Selengkapnya