Bagikan

Cilegon – Pabrik kimia penunjang tekonologi 5G dan 6G dibangun di Cilegon. Nilai investasinya mencapai US$ 156 juta dengan melibatkan pengusaha dan tenaga kerja lokal.

Pabrik baru milik PT Mitsubishi Chemical PET Film Indonesia (MFI) bakal menambah kapasitas produksinya sebesar 25 ribu ton per tahun. Sebelumnya, MFI hanya memproduksi 20 ribu ton per tahun.

“Pabrik baru ini kapasitasnya 25 ribu ton per tahun, jadi lebih dari yang sebelumnya, sebelumnya itu 20 ribu ton. Jadi total sekarang ini jadi 45 ribu ton,” kata Presiden Direktur MFI Bambang H Sastrosatomo, Jumat (28/7/2022).

Pabrik kimia ini memproduksi polyester film untuk kebutuhan produk seperti telepon seluler, televisi digital, dan terbaru untuk keperluan tekonologi 5G dan 6G.

“Kemudian hasil produknya kemana? Sementara ini karena yang memakai produk kita ini belum ada di Indonesia, teknologi tinggi untuk aplikasi awalnya seperti handphone, televisi digital sekarang ini masuk kepada untuk generasi telekomunikasi 5G sama 6G,” katanya.

Proyek ratusan juta dolar ini menggandeng pengusaha lokal asal Cilegon. Salah satu perusahaan lokalnya ialah PT Cilegon Karya Nusa yang mendapat 2 kontrak kerja untuk piping fabrication, construction & installation. Perusahaan ini menjadi kontraktor utama perusahaan lokal untuk pekerjaan pemipaan.

“Manajemen PT. Cilegon Karya Nusa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk berpartisipasi dalam MFI –IFC Project ini. Kami, sebagai perusahaan Indonesia yang berada di sekitar area bisnis Perusahaan MFI, sangat bersyukur telah menerima tantangan besar yang dihadirkan dalam proyek ini,” kata Marketing Manager PT Cilegon Karya Nusa, Dedy Yumanta.

Sementara, Ketua DPRD Cilegon, Isro Mi’raj mengapresiasi atas pelibatan pengusaha lokal oleh MFI dalam menunjang proyek dengan nilai investasi ratusan juga dolar Amerika Serikat.

“Terlepas sebagai Ketua DPRD, saya sebagai bagian masyarakat lokal tentunya turut banggalah, apalagi pengusaha lokal ini sudah menunjukkan kalau dia mampu bersaing dengan perusahaan luar daerah. Berarti kan keahlian yang dimiliki pengusaha lokal tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujarnya.

(qbl/red)

KOMENTAR