Bagikan


Serang – Mantan Kepala Biro (Kabiro) Kesra Pemprov Banten, Irfan Santoso bakal mengajukan diri sebagai justice collaborator usai dijadikan tersangka oleh Kejati Banten. Irfan bakal buka-bukaan soal kasus dugaan penyelewengan dana hibah pondok pesantren di Banten.

“Intinya Pak Irfan minta dukungan masyarakat Banten untuk pengungkapan kasus ini, Pak Irfan akan jadi justice collaborator dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap sedetil-detilnya dan seluas-luasnya untuk mengungkap perkara ini,” ujar kuasa hukum Irfan, Alloy Ferdinan dalam sebuah diskusi di Kota Serang, Rabu (26/5/2021).

Alloy mengatakan, kliennya jadi korban dari kebijakan atasannya yakni Gubernur Banten dalam proses pencairan dana hibah untuk ponpes di Banten. Irfan, kata Alloy sudah memberikan masukan dan pertimbangan terkait pencairan dana hibah tersebut.

“Pak Irfan sebagai Kepala Biro Kesra 2018-2020 intinya dia menjalankan ini atas dasar arahan, pertimbangan dan masukan dari Gubernur Banten seperti dana hibah 2018 yang ada masuk proposal dari FSPP, itu ada dua proposal yang masuk. Mungkin kita tahu bersama penganggaran itu sudah melewati waktu penganggaran  itu yang secara hukum ada kekeliruan,” katanya.

Alloy mengklaim, kliennya tidak punya kepentingan apapun selain menuruti perintah atasannya dan perhatian terhadap ponpes dan kiai di Banten.

“Yang pasti kenapa saya sampaikan bahwa klien saya adalah kroban, karena Kabiro Kesra tidak punya kepentingan apapun terhadap para penerima hibah dari pesanten dan kiai-kiai. Dia bilang ini sebagai wujud rasa perhatian dia terhadap kiai-kiai,” ujarnya.

Kuasa hukum dan kliennya menyerahkan perkara dugaan penyelewengan dana hibah tersebut untuk diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.

KOMENTAR