Bagikan

Cilegon – Wakil Ketua 1 DPRD Kota Cilegon, Hasbi Sidik mengisi pengajian ibu-ibu majelis taklim Al-Khairiyah di Kubangsari, Cilegon. Hasbi menekankan pentingnya meneladani apa yang telah disabdakan Nabi Muhammad SAW.

Hasbi mengatakan, dalam Alquran surah As-Saff ayat ke-6 tentang informasi kedatangan rasul setelah Nabi Isa AS bernama Ahmad (Muhammad) yang merupakan nabi penutup sekaligus penyempurna agama Islam.

“Dalam ayat itu diterangkan bahwa Nabi Isa AS memberi informasi kepada umatnya yakni bani israil bahwa akan datang nabi penutup sekaligus penyempurna ajaran nabi-nabi sebelumnya bernama Ahmad atau Muhammad walaupun belum lahir,” kata Hasbi Sidik, Minggu (20/11/2022).

Baca juga :  Hasbi Sidik Apresiasi Putra Cilegon Juarai TTG di Lombok

Menurutnya, keteladanan Rasulullah wajib menjadi acuan kehidupan baik pribadi maupun sosial di masyarakat. Perilaku hidup Nabi Muhammad menjadi acuan hukum yang disebut sunah untuk diamalkan oleh umatnya.

“Itu lah inti sebenernya kehidupan ini, bahwa apa yang dicontohkan oleh Rasulullah itu harus juga kita laksanakan sebagai tambahan amal ibadah kita kepada Allah SWT seperti salat tahajud, hajat, membaca Alquran dan surah-surah yang lainnya dengan semampu kita,” tuturnya.

Baca juga :  Hasbi Sidik Apresiasi Putra Cilegon Juarai TTG di Lombok

Kehidupan umat Islam, kata Hasbi tak lepas dari perintah Allah SWT dan sunah Nabi Muhammad SAW. Setiap tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW diperingati oleh umat Islam dengan berbagai cara. Peringatan maulid Nabi itu menjadi pengingat bahwa umat Islam dalam menjalani kehidupan tak lepas dari pengamalan ajaran Rasulullah.

“Juga banyak bermunajat kepada Allah dan memohon kalaupun kita sudah sukses, Anak-anak sudah sukses tapi kita tidak boleh memutus hubungan dengan Allah SWT. Selalu kita berdoa mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan di hidup kita,” katanya.

Baca juga :  Hasbi Sidik Apresiasi Putra Cilegon Juarai TTG di Lombok

Pengajian di majelis taklim Al-Khairiyah Kubangsari tersebut, kata Hasbi dihadiri oleh ratusan ibu-ibu yang berasal dari Kubangsari, Samangraya, dan Banjarnegara.

(adv)

KOMENTAR