Modernisasi di Era Digital: Antara Kemajuan Teknologi dan Keterasingan Sosial

Modernisasi di Era Digital: Antara Kemajuan Teknologi dan Keterasingan Sosial

27 Oktober 2025

Serang - Di Indonesia, modernisasi sedang berkembang dengan cepat, terutama setelah munculnya era digital. Perubahan

Modernisasi di Era Digital: Antara Kemajuan Teknologi dan Keterasingan Sosial

Serang – Di Indonesia, modernisasi sedang berkembang dengan cepat, terutama setelah munculnya era digital. Perubahan dalam pola hidup masyarakat terlihat dalam cara orang bekerja, belajar, berinteraksi, dan berbelanja, yang semua sekarang dilakukan secara online.

Namun, masalah sosial baru seperti meningkatnya individualisme, disinformasi, dan kesenjangan digital antara masyarakat perkotaan dan pedesaan muncul di belakang kemajuan ini. Media massa sangat berperan dalam membentuk opini publik tentang dampak modernisasi.

Menurut laporan We Are Social tahun 2025, lebih dari 74,6% penduduk Indonesia sudah menggunakan internet.Terlepas dari fakta bahwa ini menunjukkan tingkat digitalisasi yang tinggi, lebih dari 20% orang masih tidak memiliki akses teknologi yang memadai, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Ini adalah ketidakseimbangan yang menunjukkan bahwa modernisasi tidak selalu menghasilkan keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan keadilan sosial.

Menurunnya interaksi sosial langsung di masyarakat adalah fenomena lain yang muncul. Dibandingkan dengan kegiatan komunitas nyata, banyak remaja lebih aktif di media sosial. Dalam situasi seperti ini, nilai-nilai sosial seperti gotong royong dan rasa solidaritas yang selama ini menjadi dasar masyarakat Indonesia dapat dirusak oleh modernisasi.

Media massa baik televisi, surat kabar, maupun media digital berperan penting dalam membentuk opini publik tentang arah modernisasi. Sayangnya, banyak media lebih menonjolkan sisi konsumtif dan gaya hidup modern tanpa menyoroti nilai keseimbangan sosial seperti yang pernah ditekankan oleh Selo Soemardjan dalam pemikirannya tentang “keseimbangan antara tradisi dan modernitas”.

Modernisasi seharusnya dilihat sebagai upaya untuk mempertahankan keseimbangan sosial dan budaya bangsa selain mengejar kemajuan teknologi. Pemerintah, media massa, dan masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan bahwa kemajuan digital tidak mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan. Media harus berfungsi sebagai pengarah opini publik yang cerdas dengan menekankan pentingnya literasi digital, empati sosial, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Oleh karena itu, modernisasi di era digital seharusnya tidak menjauhkan manusia dari nilai sosialnya. Sebaliknya, sesuai dengan semangat pembangunan sosial Indonesia, teknologi harus digunakan sebagai alat untuk memperkuat solidaritas dan keadilan sosial.

Penulis : Nabila Khairunnisa 

Dosen pengampu : Angga Rosidin S.I.P.,M.A.P

Kepala Program Studi : Zakaria Habib Al-Razie S.IP.,M.SOS

Pendidikan Bukan Soal Nilai, Tapi Pembentukan Karakter
Pendidikan Bukan Soal Nilai, Tapi Pembentukan Karakter

Serang – Banyak orang memahami pendidikan hanya sebagai angka di rapor, peringkat kelas, atau hasil

Baca Selengkapnya
Banjir Sumatera: Alarm Keras Bagi Pemerintah
Banjir Sumatera: Alarm Keras Bagi Pemerintah

Serang – Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir 2025 tidak lagi

Baca Selengkapnya
Menata Wajah Ibu Kota: Dilema PKL dan Hak Pejalan Kaki di Kota Serang
Menata Wajah Ibu Kota: Dilema PKL dan Hak Pejalan Kaki di Kota Serang

Serang – Kota Serang, sebagai ibu kota Provinsi Banten, saat ini tengah menghadapi krisis identitas

Baca Selengkapnya
Ekonomi Kerakyatan “Ala” Bung Hatta Lebih Relevan bagi Indonesia daripada Kapitalisme Adam Smith
Ekonomi Kerakyatan “Ala” Bung Hatta Lebih Relevan bagi Indonesia daripada Kapitalisme Adam Smith

Serang – Pemikiran Adam Smith kerap dipuji sebagai fondasi ekonomi modern. Namun, menjadikannya rujukan utama

Baca Selengkapnya
Kontaminasi Cesium-137 pada Udang Beku: Alarm Bagi Sistem Keamanan Pangan Indonesia
Kontaminasi Cesium-137 pada Udang Beku: Alarm Bagi Sistem Keamanan Pangan Indonesia

Serang – Cesium-137, sebagai isotop radioaktif buatan yang berasal dari aktivitas nuklir dan pencemaran industri,

Baca Selengkapnya
Banjir Sumatra dalam Pemikiran Adam Smith: Ketika Kepentingan Pasar Kehilangan Kendali Moral
Banjir Sumatra dalam Pemikiran Adam Smith: Ketika Kepentingan Pasar Kehilangan Kendali Moral

Serang – Banjir yang kembali melanda berbagai wilayah di Sumatra bukan sekadar bencana alam, melainkan

Baca Selengkapnya
Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Pegawai di Dinas Perhubungan Kota Serang
Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Pegawai di Dinas Perhubungan Kota Serang

Serang – Di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan profesional, kualitas kinerja

Baca Selengkapnya
Relevansi Filsafat Adam Smith Bagi Kebijakan Ekonomi Indonesia Modern
Relevansi Filsafat Adam Smith Bagi Kebijakan Ekonomi Indonesia Modern

Serang – Adam Smith sering dianggap sebagai tokoh yang mendorong individualisme ekstrem. Namun, karya-karyanya justru

Baca Selengkapnya
Membangun Indonesia dari Nalar Sosial: Tantangan dan Harapan Baru
Membangun Indonesia dari Nalar Sosial: Tantangan dan Harapan Baru

Serang – Indonesia membutuhkan peningkatan mental dan fisik untuk menghadapi pergeseran zaman yang cepat. Dalam

Baca Selengkapnya
Ironi Kedaulatan di Tanah Nikel: Saat “Bandara Ilegal” IMIP Menguak Keresahan Negara di Balik Karpet Merah Investor Asing
Ironi Kedaulatan di Tanah Nikel: Saat “Bandara Ilegal” IMIP Menguak Keresahan Negara di Balik Karpet Merah Investor Asing

Cilegon – Polemik seputar Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah belakangan ini

Baca Selengkapnya