Tabungan Perumahan Rakyat: Sri Mulyani Ungkap Polemik yang Mengguncang Masyarakat
11 Juni 2024
Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, telah memberikan penjelasan terperinci mengenai polemik tabungan perumahan
11 Juni 2024
Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, telah memberikan penjelasan terperinci mengenai polemik tabungan perumahan
Jakarta – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, telah memberikan penjelasan terperinci mengenai polemik tabungan perumahan rakyat (Tapera), yang telah menjadi subjek keluhan dari masyarakat dan pengusaha karena pemotongan sebesar 2,5% dari gaji, dengan tambahan 0,5% yang ditanggung oleh pemberi kerja.
Sri Mulyani menjawab pertanyaan dari Anggota DPD, Casytha Arriwi Kathmandu, yang mengkritik kebijakan Tapera karena membebani masyarakat dengan pemotongan gaji yang signifikan. Casytha menekankan bahwa beban pajak yang sudah ada ditambah dengan Tapera mencapai 3%, dengan pengusaha menanggung 0,5% dan pekerja 2,5%, menambah beban biaya.
Menanggapi ini, Sri Mulyani, yang juga merupakan Anggota Komite BP Tapera, mengakui bahwa pendapatan masyarakat memang telah terbebani oleh berbagai pemotongan, termasuk pajak. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam membeli rumah, dengan APBN turut serta dalam program ini.
Pemerintah juga telah membantu meringankan beban biaya yang ditanggung masyarakat melalui pembayaran bantuan iuran BPJS Kesehatan, serta berbagai subsidi dan bantuan sosial. Meski demikian, Sri Mulyani mengakui bahwa masih perlu ada kebijakan khusus untuk mencegah harga rumah di Indonesia terus meningkat dan menjadi semakin sulit terjangkau, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam upaya membantu keterjangkauan harga rumah, APBN telah berkontribusi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), dan KPR bersubsidi. Sri Mulyani mengungkapkan bahwa sejak 2015, pemerintah telah mengalokasikan Rp 228,9 triliun dari APBN untuk membantu masyarakat memperoleh rumah melalui skema bantuan kepemilikan rumah ini.
Sri Mulyani menegaskan bahwa, meskipun 3% yang disebutkan oleh Casytha mungkin terkumpul hingga Rp 50 triliun dalam 10 tahun mendatang jika dilaksanakan, APBN sebenarnya sudah melaksanakan dan dana ini tidak akan hilang.
Sri Mulyani menjawab pertanyaan dari Anggota DPD, Casytha Arriwi Kathmandu, yang mengkritik kebijakan Tapera karena membebani masyarakat dengan pemotongan gaji yang signifikan. Casytha menekankan bahwa beban pajak yang sudah ada ditambah dengan Tapera mencapai 3%, dengan pengusaha menanggung 0,5% dan pekerja 2,5%, menambah beban biaya.
Menanggapi ini, Sri Mulyani, yang juga merupakan Anggota Komite BP Tapera, mengakui bahwa pendapatan masyarakat memang telah terbebani oleh berbagai pemotongan, termasuk pajak. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam membeli rumah, dengan APBN turut serta dalam program ini.
Pemerintah juga telah membantu meringankan beban biaya yang ditanggung masyarakat melalui pembayaran bantuan iuran BPJS Kesehatan, serta berbagai subsidi dan bantuan sosial. Meski demikian, Sri Mulyani mengakui bahwa masih perlu ada kebijakan khusus untuk mencegah harga rumah di Indonesia terus meningkat dan menjadi semakin sulit terjangkau, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam upaya membantu keterjangkauan harga rumah, APBN telah berkontribusi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), dan KPR bersubsidi. Sri Mulyani mengungkapkan bahwa sejak 2015, pemerintah telah mengalokasikan Rp 228,9 triliun dari APBN untuk membantu masyarakat memperoleh rumah melalui skema bantuan kepemilikan rumah ini.
Sri Mulyani menegaskan bahwa, meskipun 3% yang disebutkan oleh Casytha mungkin terkumpul hingga Rp 50 triliun dalam 10 tahun mendatang jika dilaksanakan, APBN sebenarnya sudah melaksanakan dan dana ini tidak akan hilang.
Lebak – Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan terjatuh di perairan
Baca Selengkapnya
Cilegon – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Cilegon, PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) mendapat dana
Baca Selengkapnya
Jakarta – Sebuah dokumen pertahanan rahasia Amerika Serikat (AS) mengungkapkan rencana yang mengkhawatirkan terkait kedaulatan
Baca Selengkapnya
Lebak – Seorang warga negara asing asal China dilaporkan tenggelam di pantai Cibobos, Cihara, Lebak,
Baca Selengkapnya
Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi janji manis kampanye Presiden Prabowo terus
Baca Selengkapnya
Suralaya – Siaga kelistrikan menjadi agenda rutin tahunan untuk memastikan operasional pembangkit listrik optimal selama
Baca Selengkapnya
Cilegon – Anggota DPRD Kota Cilegon, Fachri Mohammad Rizki menggelar kegiatan buka puasa bersama di
Baca Selengkapnya
Cilegon – PT Krakatau Posco bersama Pemerintah Kota Cilegon menggelar kegiatan packing donation sebanyak 1.200
Baca Selengkapnya
Cilegon – Sebagai bentuk partisipasi kepada Pemerintah Kota Cilegon pada program mudik gratis tahun ini,
Baca Selengkapnya
Serang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menahan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil
Baca Selengkapnya