Emak-emak di Sekitar PLTU 9&10 Dilatih Kembangkan UMKM

Emak-emak di Sekitar PLTU 9&10 Dilatih Kembangkan UMKM

4 Juni 2022

Cilegon - Emak-emak disekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9 & 10

Emak-emak di Sekitar PLTU 9&10 Dilatih Kembangkan UMKM

Cilegon – Emak-emak disekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9 & 10 di Kelurahan Suralaya, Kelurahan Lebakgede, Cilegon, dan Desa Salira, Kabupaten Serang dilatih untuk mengembangkan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pelatihan pengembangan usaha ini diselenggarakan PT Indo Raya Tenaga (IRT) dengan mengikutsertakan kalangan perempuan pelaku UMKM di sekitar proyek pembangunan PLTU USC Jawa 9&10.

Peserta pelatihan mendapat pembekalan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cilegon, Bank BRI Cabang Cilegon, dan seorang pelaku UMKM asal Suralaya.

Pendamping UMKM Dinas Koperasi (Diskop) & UMKM Kota Cilegon, Nurul Mutmainah di kesempatan tersebut, menyambut optimisme para pelaku UMKM itu. Nurul mengatakan, peran serta pemerintah Kota Cilegon adalah melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM, yang salah satunya dengan menempatkan kader hingga di kelurahan-kelurahan yang tersebar di 43 Kelurahan.

“Sejumlah metode dalam rangka meningkatkan kwalitas para pelaku UMKM adalah memberikan pembinaan, pelatihan, hingga membantu pemasaran. Dalam hal ini instansi terkait juga dilibatkan,” jelas Nurul di pelatihan yang digelar pada Kamis (2/6/2022).

Nurul menambahkan, sejauh ini pemerintah Kota Cilegon melalui instansi terkait selalu terlibat mulai hal perijinan, meningkatkan kualitas, hingga pemasaran produk UMKM.

“Dengan peningkatan kwalitas, secara otomatis pelaku UMKM juga harus melengkapi perijinan, mulai label halal, label layak konsumsi, label edar, dan perijinan lainnya yang sekiranya bisa sebagai pendukung keberlangsungan usaha. Dengan demikian produk-produk yang dihasilnya bisa dipasarkan secara luas,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Cilegon yang hadir sebagai nara sumber memberikan materi terkait keterlibatan perbankan dalam dunia usaha. Perbankan siap membantu pelaku usaha tersebut untuk berkembang.

”Selain kemampuan dan kerajinan sebagai modal utama, uang adalah salah satu pendukung demi tercapainya kelancaran dalam melaksanakan kegiatan, jadi program untuk pelaku UMKM BRI memiliki banyak program yakni Kredit Usaha Rakyat atau KUR, dengan bunga pertahunnya kecil dan terjangkau,” kata Pimpinan Cabang BRI Cilegon, Muhammad Sigit Yudanto.

Sigit menyarankan, jika pelaku UMKM melakukan pinjaman ke bank, selayaknya juga mereka bisa mengatur keuangan. Sehingga, uang pinjaman dari bank bisa bergulir untuk kepentingan usaha dan bukan untuk kepentingan pribadi.

“Supaya bantuan permodalan tepat sasaran, maka pengaturan keuangan harus benar-benar ditata dengan baik, sehingga kegagalan atau bangkrut bisa diminimalisir,” tambahnya.

Salah satu pelaku UMKM warga Suralaya, Yuli, berbagi kisah suksesnya di kesempatan itu. Dia mengungkapkan, tidak mudah untuk menuju sukses. Namun, berkat kegigihan, sejak tahun 2014 dia mulai usaha produksi sambel kretek, kripik pisang, dan mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci, kini omsetnya mencapai lebih dari sepuluh juta per bulan.

“Perjalanan hampir 8 tahun UMKM sambel kreteg, liku-liku perjalanan bisnis sudah dilalui. Intinya bahwa usaha dagang kalau mau sukses harus ulet, dan terus belajar tanpa pengenal lelah,” kata Yuli memotivasi, para pelaku UMKM lainnya.

Terhadap pelatihan ini, GM Project PT IRT Steve Adrianto mengatakan bahwa UMKM merupakan bagian terbesar dalam perekonomian nasional dan dapat menjadi indikator tingkat partisipasi masyarakat dalam berbagai sektor kegiatan ekonomi. Di Kelurahan Suralaya dan Lebakgede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, potensi pengembangan UMKM sangat besar. Terdapat sekitar 165 UMKM di Kelurahan Suralaya dan 21 UMKM di Kelurahan Lebakgede.

Steve menguraikan, perkembangan UMKM dapat memperluas lapangan kerja dan memanfaatkan potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia sehingga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

“PT Indo Raya Tenaga selaku pengembang proyek pembangunan PLTU USC Jawa 9&10 ingin berkontribusi dan menjadi bagian dari pengembangan UMKM di Kota Cilegon khususnya Kelurahan Suralaya dan Lebakgede. Karenanya kami turut melakukan pelatihan pengembangan usaha ini,” kata Steve bersama Kardi Kasiran dari manajemen IRT .

Kegiatan pelatihan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar kepada warga di sekitar areal proyek pembangunan PLTU USC Jawa 9&10, yakni Kelurahan Suralaya, Kelurahan Lebakgede, dan Desa Salira mengenai kiat dan langkah memulai usaha sesuai dengan potensi dan keahlian masing-masing pelaku usaha.

(red)

Gandeng Konsultan Eksternal, Disperindag Banten Evaluasi Standar Mutu Layanan UPTD PSMB
Gandeng Konsultan Eksternal, Disperindag Banten Evaluasi Standar Mutu Layanan UPTD PSMB

SERANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten terus bergerak maju dalam memperkuat ekosistem

Baca Selengkapnya
Lanskap Ekonomi RI di Bawah Komando Prabowo: 18 Bulan Tanpa Perbaikan
Lanskap Ekonomi RI di Bawah Komando Prabowo: 18 Bulan Tanpa Perbaikan

Jakarta – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB

Baca Selengkapnya
PGN Pasok 7.500 MMBtu Gas Bumi ke Industri Kimia di Cilegon
PGN Pasok 7.500 MMBtu Gas Bumi ke Industri Kimia di Cilegon

Cilegon – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui Sales and Operation Region II

Baca Selengkapnya
Sinergi DPR RI, BP BUMN, dan Danantara Perkuat Masa Depan Industri Baja Nasional
Sinergi DPR RI, BP BUMN, dan Danantara Perkuat Masa Depan Industri Baja Nasional

Cilegon – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) menegaskan komitmennya dalam

Baca Selengkapnya
Inflasi Kota Serang 2025 Fluktuatif, Menguat di Akhir Tahun
Inflasi Kota Serang 2025 Fluktuatif, Menguat di Akhir Tahun

Kota Serang – Perkembangan inflasi di Kota Serang sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika yang cukup

Baca Selengkapnya
Plaza Banten dan Peran BUMD Agrobisnis dalam Ekosistem Digital UMKM
Plaza Banten dan Peran BUMD Agrobisnis dalam Ekosistem Digital UMKM

SERANG, Upaya mendorong keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Banten dalam ekosistem pengadaan barang

Baca Selengkapnya
Transaksi Plaza Banten 2025 Tembus Rp64 Miliar, Lampaui Target
Transaksi Plaza Banten 2025 Tembus Rp64 Miliar, Lampaui Target

Serang – Platform Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) Plaza Banten mencatat nilai transaksi atau Gross

Baca Selengkapnya
Rekor Baru! Harga Emas Internasional Melambung ke US$4.505, Antam Ikut Meroket
Rekor Baru! Harga Emas Internasional Melambung ke US$4.505, Antam Ikut Meroket

Serang – Harga emas dunia mencetak sejarah baru pada penghujung tahun 2025, melesat ke level

Baca Selengkapnya
PPMSE Plaza Banten Resmi Masuk Inaproc LKPP Versi 6, Tinggal 12 dari 42 PPMSE Nasional
PPMSE Plaza Banten Resmi Masuk Inaproc LKPP Versi 6, Tinggal 12 dari 42 PPMSE Nasional

SERANG — Plaza Banten, Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) milik Badan Usaha Milik Daerah

Baca Selengkapnya
Jelang Akhir Tahun 2025, Hanya 7,67% Kantor Pajak Capai Target Setoran
Jelang Akhir Tahun 2025, Hanya 7,67% Kantor Pajak Capai Target Setoran

Jakarta – Menjelang penghujung tahun anggaran 2025, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menghadapi tantangan signifikan

Baca Selengkapnya